ASMAUL HUSNA'
KALENDER HIJRIYAH

DONASI-INFAK-SHODAQOH
image

Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT, sekolah kami sampai saat ini masih dapat melayani kebutuhan masyarakat akan amanah pendidikan. Seiring dengan itu, kondisi gedung sekolah saat ini sudah tidak mencukupi menampung kebutuhan masyarakat. Untuk itu, dengan ini kami bermaksud meningkatkan kualitas fisik dengan rencana pembangunan gedung agar bisa menampung siswa lebih layak dan sesuai kebutuhan masyarakat dengan tanpa mengurangi rasio antara guru dan siswa.

Berdasar latar belakang tersebut kami menganggarkan dana sebesar Rp. 370.385.000,- (proposal terlampir ). Untuk itu, kami mengundang Bapak/ibu dermawan untuk ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.

Salurkan infak, shodaqoh dan donasi anda ke :

1. Bank BPD Jawa Tengah, a.n. Khairul Saleh, no. rek. 3055007259.

2. Bank Mandiri, a.n. Supardi, no. rek. 1360007220566.


Terima kasih atas partisipasi dan kedermawanannya.

 

RSS Feed
image

Gedawang Banyumanik Semarang

024 - 76484382, 70122837


binafitrah.com
FOTO TERBARU

       Foto Outbond

 

Bu Muna, Bu Ida, Bu Ita

Dinda, Alif, Sarah, Fara

 

TK B lagi berbaris, rapi ya

 


TK A lagi berbaris juga...

 


Senengnya main lumpur

 


ada yang naik motor roda 4

  

PROMO
LINKS

Hal Ikhwal Taman Pengasuhan Anak (TPA)

 

 

Taman Penitipan Anak (TPA) adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan nonformal (PAUD Nonformal dan Informal). TPA selain sebagai wahana kesejahteraan yang berfungsi sebagai pengganti keluarga untuk jangka waktu tertentu bagi anak yang orangtuanya bekerja, juga sekaligus menyelenggarakan program pendidikan (termasuk pengasuhan) terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun (dengan prioritas anak usia 2 - 4 tahun).

 

PRINSIP UMUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Pendidikan anak usia dini yang diterapkan dalam program TPA didasarkan atas prinsip-prinsip berikut:

1.   Berorientasi pada kebutuhan anak .

      Kegiatan belajar harus selalu ditujukan pada pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. Anak merupakan individu yang unik, maka setiap anak memiliki kebutuhan stimulasi yang berbeda.

2.    Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain .

      Bermain merupakan pendekatan dalam mengelola kegiatan belajar anak, dengan menerapkan metode, strategi, sarana, dan media belajar yang merangsang anak untuk melakukan eksplorasi, menemukan dan menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya.

3.   Merangsang munculnya kreativitas dan inovatif .

      Kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik, fokus, serius dan konsentrasi.

4.   Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar . 

      Lingkungan harus diciptakan menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan bagi anak selama mereka bermain.

5.   Mengembangkan  kecakapan hidup anak .

      Kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi, dan memiliki keterampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak.

6.   Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sekitar .

7.   Dilaksanakan secara bertahap dengan mengacu pada tahapan perkembangan anak.

8.   Stimulasi pendidikan bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek perkembangan . Saat anak melakukan sesuatu sesungguhnya ia sedang mengembangkan berbagai aspek perkembangan/kecerdasannya. Sebagai contoh saat anak makan, ia mengembangkan kemampuan bahasa (kosa kata tentang nama bahan makanan, jenis makanan, dsb), gerakan motorik halus (memegang sendok, membawa makanan ke mulut), kemampuan kognitif (membedakan jumlah makanan yang banyak dan sedikit), kemampuan sosial emosional (duduk dengan tepat, saling berbagi, saling menghargai keinginan teman), dan aspek moral (berdoa sebelum dan sesudah makan).

 

PRINSIP PERKEMBANGAN ANAK

1.  Anak akan belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi dan merasakan aman serta nyaman dalam lingkungannya.

2. Anak belajar terus menerus, dimulai dari membangun pemahaman tentang sesuatu, mengeksplorasi lingkungan, menemukan kembali sesuatu konsep, hingga mampu membuat sesuatu yang berharga.

3.  Anak belajar melalui interaksi sosial baik dengan orang dewasa maupun dengan teman sebaya yang ada di lingkungannya.

4.  Minat dan ketekunan anak akan memotivasi belajar anak.

5. Perkembangan dan gaya belajar anak seharusnya dipertimbangkan  sebagai perbedaan individu.

6. Anak belajar dari yang sederhana ke yang kompleks, dari yang konkrit ke abstrak, dari gerakan ke verbal, dan dari diri sendiri ke sosial.

 

DASAR FILSAFAT PENDIDIKAN DI TPA

Untuk mendukung mewujudkan anak dini usia yang berkualitas, maju, mandiri, demokrasi, dan berprestasi, maka filsafat pendidikan di TPA dapat dirumuskan menjadi: Tempa, Asah, Asih, Asuh :

1.   Tempa

Yang dimaksud dengan tempa adalah untuk mewujudkan kualitas fisik anak dini usia melalui upaya pemeliharaan kesehatan, peningkatan mutu gizi, olahraga yang teratur dan terukur serta pendidikan jasmani sehingga anak memiliki nilai-nilai karakteristik seperti fisik kuat, lincah, memiliki daya tahan dan disiplin tinggi.

Upaya mewujudkan karakteristik dimaksud antara lain dengan:

a.   Olahraga

Olahraga diarahkan kepada peningkatan kesehatan dan kesegaran jasmani, dan dalam mendukung pembentukan disiplin, tanggung jawab, kerja keras, daya tahan, dan sportivitas yang tinggi serta berupaya meningkatkan prestasi baik tingkat nasional maupun tingkat internasional yang dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional.

Pelaksanaannya melalui upaya gerakan memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai di lingkungan TPA maupun di lingkungan perumahan.

b.   Kesehatan

Kesehatan anak usia dini diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat. Upaya perbaikan kesehatan anak akan terus ditingkatkan antara lain melalui pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, penyediaan air bersih, penyuluhan kesehatan ibu dan anak, serta penyediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai di TPA maupun di rumah.

c.   Gizi

Peningkatan mutu gizi dimaksudkan agar anak usia dini dapat tumbuh dan berkembang secara alami dan diupayakan secara terus menerus, ditempuh melalui pemberian makanan yang sehat dan bergizi tinggi, serta penyediaan sarana dan prasarana peningkatan mutu gizi yang memadai di TPA maupun di rumah.

2.   Asah

Asah dimaksudkan agar anak usia dini memiliki kondisi intelektual yang berkembang, sehat, dan berkualitas. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan untuk menumbuh kembangkan potensi, minat, bakat, apresiasi, persepsi, dan kreativitas intelektualnya secara berkelanjutan dan prospektif.

3.   Asih

Asih pada dasarnya merupakan pendampingan dan perlindungan anak usia dini, sebagai upaya mewujudkan dan menjamin pemenuhan kebutuhan anak, hak kelangsungan hidup, emansipasi, hak tumbuh kembang, hak mendapat perlindungan dari pengaruh yang dapat merugikan pertumbuhan dan per-kembangan, misalnya perlakuan kasar dan ekploitasi, serta upaya pembinaan lanjutan dengan mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, serta hak untuk berpartisipasi penuh dan pendayagunaan waktu luang secara bermanfaat.

4.   Asuh

Asuh dimaksudkan untuk mewujudkan kualitas kepribadian dan jati diri anak agar memiliki karakteristik:

a.    Integritas, iman, dan taqwa

b.    Patriotisme, nasionalisme dan kepeloporan

c.    Rasa tanggungjawab, jiwa kesatria, dan sportivitas

d.    Jiwa kebersamaan, demokratis, dan tahan uji

e.   Jiwa tanggap (penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi), daya kritis dan idealisme

f.    Optimis dan keberanian mengambil resiko

g.    Jiwa kewirausahaan, kreatif dan professional

 

PROGRAM PEMBELAJARAN

 

Program pendidikan pada TPA merupakan wahana pendidikan anak usia dini untuk membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, ketrampilan, daya cipta yang diperlukan anak, dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya sekaligus untuk mempersiapkan anak memasuki pendidikan selanjutnya.

 

1.    Persiapan Pembelajaran

a.    Perencanaan pembelajaran dilaksanakan bedasarkan atas tema-tema yang dekat dengan kehidupan anak.  Dikembangkan dalam silabi atau satuan kegiatan (mingguan atau harian) dengan menggunakan pendekatan menyeluruh dan terpadu.

b.  Satuan kegiatan mingguan dan harian disusun oleh Pendidik yang mengacu pada Acuan Menu Pembelajaran yang berdasarkan aspek-aspek perkembangan anak sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

c.   Pembelajaran menggunakan pendekatan metode PAUD (Sentra dan lingkaran), dengan menyusun rencana kegiatan yang dimaksudkan untuk memberi arah dalam menentukan:

1)      Kemampuan anak yang ingin dikembangkan

2)      Topik dan kegiatan main yang akan dilakukan

3)      Alat dan bahan main yang perlu disiapkan

4)      Waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan

d.   Kegiatan Main

1)   Kegiatan main untuk anak usia 2-3 tahun mencakup main sensorimotor dan main peran.

2) Kegiatan main untuk anak usia 4-6 tahun mencakup main sensorimotor, main peran dan main pembangunan.

 

2.   Pelaksanaan Pembelajaran

Anak yang bergabung dalam TPA dapat digambarkan sebagai berikut :

a.    Waktu

1)   Full Day Care (anak dititipkan sehari penuh) dari jam 07.30 s.d 16.00

2)  Half Day Care (anak dititipkan hanya setengah hari) dari jam 07.30 s.d. 14.00

3)  Insidental Day Care (anak dititipkan sewaktu-waktu) sesuai dengan kebutuhan dari orangtua.

b.    Kegiatan  dalam satu hari

Kegiatan anak di TPA dapat diatur sebagai berikut:

1)    Kegiatan Penyambutan

Kegiatan ini merupakan transisi anak dari rumah untuk melakukan kegiatan pembelajaran di TPA.

2)   Kegiatan anak bermain bebas

3)   Kegiatan anak di Sentra  Bermain

  Kegiatan ini dilakukan anak bersama Pendidik yang mencakup :

a)    Penataan lingkungan bermain

b)   Pijakan sebelum bermain

c)   Pijakan selama bermain

d)  Pijakan sesudah bermain atau mengulang kembali setelah bermain (recalling ) dan

e)   Membereskan/merapikan kembali

4)    Makan Bersama

5)   Tidur Siang/Istirahat

6)   Mandi sebelum pulang ke rumah.

7)   Kegiatan untuk menyerahkan anak kepada orangtua.

 

3.    Proses Pembelajaran

Kegiatan di Sentra Bermain

 

a.    Penataan Lingkungan Bermain

    Sebelum anak dan orang tua datang, siapkan tempat yang memungkinkan anak dapat bermain dan bergerak dengan nyaman. Perhatikan kebersihan ruangan. Tempatkan mainan di tempat yang akan digunakan bermain anak.

b.   Saat anak datang

      Satu orang Pendidik menyambut anak-anak datang di depan rumah atau TPA,  Pendidik yang lain di dalam ruangan untuk menyiapkan sarana belajar yang akan digunakan dan memimpin kegaiatan pembukaan.

c.   Anak main di luar

     Setelah waktu yang ditentukan tiba, anak diajak dalam lingkaran, untuk menyanyikan lagu anak-anak dan berdoa pembukaan lalu menyebutkan kegiatan pembuka yang akan dilakukan.  Satu Pendidik yang memimpin dan Pendi-dik satunya memberi contoh. Kegiatan main ini dilakukan paling lama 30 menit.

d.   Transisi

     Setelah anak main, anak-anak dikumpulkan kembali dalam lingkaran.  Pendidik menanyakan pendapat anak tentang permainan atu kegiatan yang dilakukannya. Setelah semua anak mengemukakan pendapatnya, anak secara bergiliran dipersilakan untuk minum dan ke kamar kecil. Sambil menunggu anak-anak selesai seluruhnya, satu Pendidik mengajak menyanyi, satu Pendidik lainnya mengecek tempat main (Pijakan lingkungan bermain). Setelah semua anak berkumpul, Pendidik duduk diantara anak-anak. Salah satu Pendidik bersiap-siap untuk membacakan cerita dari buku cerita sesuai dengan tema yang diajarkan pada pertemuan hari itu.

 

e.   Kegiatan di Sentra

 

      Pijakan pengalaman sebelum bermain (lebih kurang 5 menit)

      Pendidik memberi salam kepada anak-anak, mengaitkan tema hari ini  dengan kehidupan anak sehari-hari.

 

      Pendidik bercerita (lebih kurang 15 menit)

      Pendidik mulai membacakan tema dari buku cerita yang ditentukan hari ini dan bercerita yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah bercerita Pendidik meminta anak untuk merefleksikan kejadian-kejadian yang dialami dalam tiga hari belakangan ini. Bila anak banyak tidak perlu semua diberi giliran untuk mengemukakan pendapatnya cukup 4-5 anak saja.  Setelah itu Pendidik memperkenal-kan tempat main, dan menyampaikan aturan-aturan bermain, termasuk cara menggunakan alat-alat, waktu memulai dan waktu selesai (start dan finish).  Jika dirasa anak telah siap untuk main, Pendidik menggunakan transisi berdasarkan warna baju, usia anak, huruf depan nama anak dan lain-lain.

 

      Pijakan pengalaman selama bermain   (minimal 60 menit)

      Pendidik berkeliling diantara anak, memberi contoh cara main pada anak yang belum bisa menggunakan bahan/ alat, memberi dukungan berupa pernyataan positif tentang pekerjaan yang dilakukan anak, memancing dengan pertanyaan terbuka untuk memperluas cara main anak, memberikan bantuan pada anak yang membutuhkan. Pendidik mendorong anak untuk mencoba di tempat lainnya. Sehingga anak memiliki pengalaman main yang kaya (densitas). Pendidik juga mencatat apa yang dilakukan oleh anak meliputi jenis main, tahap perkembangan, tahap sosial pada lembar penilaian Pendidik dan jangan lupa menuliskan  nama dan tanggal pada lembar kerja anak. Bila waktu tinggal 5 menit, Pendidik memberitahukan pada anak-anak untuk bersiap-siap menyudahi kegiatan mainnya.

 

      Pijakan pengalaman setelah bermain (minimal 15 menit)

    Bila waktu main habis, Pendidik memberitahukan saatnya membereskan. Membereskan dengan melibatkan anak-anak.  Bila 75% bahan main sudah dirapihkan kembali, sa-tu orang Pendidik membantu membereskan baju anak yang basah, sedang Pendidik lainnya membereskan se-mua mainan hingga kembali pada tempatnya. Bila anak sudah rapi, satu orang Pendidik duduk membuat lingkaran sambil bernyanyi. Sedang Pendidik yang satu setelah membereskan, menyiapkan makanan untuk anak.  Setelah semua anak duduk dalam lingkaran, Pendidik menanyakan pada setiap anak tentang kegiatan main yang dilaku-kannya.  Setelah semua anak berbicara, Pendidik mena-nyakan kembali pengalaman main yang dilakukan tadi.

 

f.      Makan Bersama (lebih kurang 30 menit)

      Sebelum makan, Pendidik mengajak berdoa sebelum makan, dan menghitung jumlah anak dan makanan yang tersedia.  Lalu menyebutkan satu nama masing-masing anak.  Pendidik menyebutkan bentuk, warna, bahan yang dipakai, cara pembuatan makanan.  Gizi yang dikandung, dan siapa yang membuat dan kaitkan dengan pelajaran yang telah diperoleh dan tema hari ini, jangan lupa anak-anak juga diberitahukan cara-cara makan yang baik dikaitkan dengan budi pekerti dan atau adat ketimuran.

      Anak-anak dipersilakan makan bersama dengan tertib tidak saling mengganggu dan ajarkan menghargai TUHAN dan sesama. Jika masih ada kelebihan makanan tawarkan kepada anak lain yang ingin tambah tetapi bila banyak anak yang ingin tambah tetapi makanan terbatas berikan kesempatan kepada anak untuk mengatasi bersama.

      Selesai makan ajak anak berdoa setelah makan dan ajak anak untuk mengemasi tempat makan dan alat-alat makan yang kotor untuk memasukkan ke tempat cuci piring.  Pendidik yang satu mengemasi tempat dan yang satunya mengajak anak dalam lingkaran.

 

g.   Transisi/penutupan (minimal 10 menit)

      Setelah anak berkumpul Pendidik mengajak anak-anak berdoa dan mendoakan anak yang tidak masuk karena sakit atau alasan lain agar dapat bergabung bersama lagi serta menyanyikan lagu untuk mengakhiri pembelajaran.  Pendidik  menyampaikan rencana belajar dan menye-butkan tema untuk pertemuan berikutnya serta meng-anjurkan untuk bermain bersama adik atau kakak atau orangtua di rumah masing-masing.

h.    Persiapan Tidur Siang

      Pendidik bersama Pengasuh mengajak anak untuk bergan-ti pakaian serta cuci tangan dan kaki, agar dapat nyaman dalam tidur.

i.      Tidur Siang

      Untuk menghindari berebut saat mau tidur, anak-anak diberi pengertian agar anak yang sudah besar dapat tidur sendiri tidak harus ditunggu Pengasuh. Gunakan cara dengan memutarkan kaset dongeng atau lagu pengantar tidur. 

                                

TATA TERTIB TPA

 

1.    Ananda hadir di sekolah pukul 07.20 kegiatan di mulai pukul 07.30

2.    Ananda dibawakan snack yang mengenyangkan (tidak boleh mie instant , dan sejenis chiki )

3.    Ananda dibawakan minimal 1 stel pakaian untuk ditinggal di sekolah

4.    Ananda dibawakan sandal, sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi cair, dan shampo anak.

5.    Ananda dibawakan bekal makan, susu, dan dot

6.    Ananda tidak diperkenankan membawa uang dan perhiasan yang berlebihan

7.    Ananda sebaiknya tidak membawa mainan dari rumah

8.    Selama pembelajaran pengantar tidak diperbolehkan menunggu di dalam maupun di luar ruangan, kecuali selama proses penyesuaian.

9.     Jika tidak masuk sekolah, memberitahu sekolah lewat telepon.

10.  Pembayaran infak bulanan selambat-lambatnya tanggal 10 tiap bulannya.

 

 

SYARAT PENDAFTARAN

 

1.      Anak sudah berusia 2 th

2.      Melampirkan photo copy akte kelahiran

3.      Photo anak 2 lembar

4.      Melampirkan Photo copy KIA (Kartu Ibu dan Anak)

5.      Mengisi Formulir Pendaftaran

6.      Membayar uang pendaftaran Rp 50.000,-

 

 

 

Thu, 22 Jul 2010 @00:21


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+7+5

Copyright © 2014 Bina Fitrah semarang · All Rights Reserved